Hak Merek: Penafsiran, Undang- Undang Dan Contoh Kasusnya

Hak merek merupakan satu wujud proteksi hak kekayaan intelektual, yang berikan hak eklusif kepada pemegang merek terdaftar buat memakainya dalam kegiatan perdagangan benda, jasa ataupun keduanya, cocok dengan tipe produk benda/ jasa serta kelasnya.

Kemudian, merek itu sendiri apa sih?

Merek merupakan simbol berbentuk nama, logo/ foto, huruf/ angka, ataupun campuran dari seluruh itu dalam wujud 2D ataupun 3D yang berperan membedakan satu produk( benda/ jasa) dengan produk yang lain.

Mengerti?

Jika belum, uraian gampangnya semacam ini…

Ketahui kan sepatu NIKE? Nah… kalian dapat ketahui sepatu NIKE dari tulisan” NIKE”. Dapat pula dari logonya yang berupa ciri contreng. Pula tahu dengan slogannya Just Do It.

Jadi kata NIKE serta logo ciri contreng.. seperti itu yang diucap merek. Jadi merek itu meliputi, nama, logo ataupun campuran keduanya. Dapat pula berbentuk angka, huruf, nama logo serta kombinasinya.

Kemudian buat apa sih, sang produsen ataupun pabrikan sepatu repot- repot berikan merek sepatunya? semacam Adidas, Nike, Puma dll?

Jawaban simpelnya supaya dapat membedakan produknya dengan produk pabrikan lain.

Setelah itu guna lanjutannya semacam buat strategi marketing, jaminan mutu produk, ciri asal produk.

Jenis- Jenis Merek:

Merek Dagang: Ialah merek buat produk berbentuk benda yang diperdagangkan. Misal: Smartphone Samsung.

Merek Jasa: Ialah merek buat produk jasa/ layanan. Misal merek layanan pengiriman semacam TIKI, JNE dll.

Merek Kolektif: Ialah merek buat produk benda serta jasa di mana produk tersebut( benda/ jasa) mempunyai ciri yang sama. Contoh merek kolektif merupakan top ice dengan pop ice, coca cola dengan big cola. Produk tersebut mempunyai kemiripan ciri serta kemasan.

Tidak seluruh benda ataupun jasa dapat didaftarkan selaku merek. Sebab memunculkan kerugian kepada orang, kelompok ataupun pihak- pihak tertentu.

Berikut Yang Tidak Dapat Didaftarkan Selaku Merek:

Benda ataupun jasa yang permohonan mereknya diajukan dengan itikad tidak baik.

Merek yang diajukan berlawanan dengan kedisiplinan universal, peraturan pemerintah ataupun undang- undang serta berlawanan dengan moralitas.

Bagian dari merek, semacam simbol, nama ataupun logo telah jadi kepunyaan universal.

2# Undang- Undang Dasar Hukum Hak Merek

hak merek undang- undangnya

Undang- undang yang terbit selaku landasan hukum hak merek selaku berikut:

Undang- Undang Nomor. 15 Tahun 2001

Undang- Undang Nomor. 20 Tahun 2016

Tidak hanya undang- undang, terdapat pula peraturan pemerintah yang jadi dasar hukum merek:

PP Republik Indonesia Nomor. 24 Tahun 1993, menimpa kelas benda/ jasa registrasi merek

PP Republik Indonesia Nomor. 32 Tahun 1995, menimpa komisi banding merek

Permen( Peraturan Mentri) Hukum& HAM Nomor. 67 Tahun 2016, menimpa registrasi merek

Keputusan Dirjen Kekayaan Intelektual Nomor. HKI- 02. KI. 06. 01 Tahun 2017, menimpa Penetapan Formulir Permohonan Merek

3# Contoh- Contoh Merek serta Kasusnya

Contoh Permasalahan Merek Obat Sakit Kepala

Generasi tahun 90an serta 2000 bisa jadi tidak asing dengan obat sakit kepala” OSKADON”. Dengan slogan yang kerap terdengar di iklan- iklannya” Oskadon Memanglah Oye..”. Obat sakit kepala ini setelah itu jadi sangat terkenal.

Setelah itu munculah merek ataupun brand baru dengan nama” OSKANGIN”. Memandang sebagian besar faktor hurufnya sama” OSKA”, hingga pihak oskadon melayangkan gugatan.

Hasilnya… majelis hukum Jakpus menerima gugatan tersebut serta memohon pembatalan merek oskangin. Dengan alibi oskangin mengenakan sebagian faktor merek oskadon ialah” OSKA”. Hakim memperhitungkan oskangin cuma mau numpang tenar nama oskadon.

Contoh Permasalahan Sabun Muka Biore

Raksasa kosmetik Jepang, KAO Corporation menggugat PT. Sintong Abadi. Penyebabnya merupakan PT. Sintong Abadi membuat sabun mencuci serta memberinya merek” BIORF”.

Secara sekilas pasti nampak sangat mirip antara” BIORE” dengan” BIORF”. Dengan alibi ini KAO Corporation keberatan serta menggugat PT. Sintong Abadi. BIORF diprediksi hendak mengelabuhi konsumen. Sebab konsumen dapat mengira kalau BIORF satu pabrikan dengan BIORE.

Contoh Permasalahan Merek Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga

Tadinya, merek ini merupakan salah satu pemain utama produk minuman larutan penyegar di tanah air.

Tetapi di tahun 2016, pemerintah formal mencoret logo larutan Cap Kaki 3 kepunyaan Wen Ken Durg yang mana mereknya di Indonesia dipegang oleh KINO Group.

Alasannya merupakan terdapatnya gugatan menimpa logo Cap Kaki 3 yang sangat mirip dengan logo negeri Isle of Man. Sang penggugat merupakan masyarakat negeri Inggris bernama Russel Vince.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *